Do It Now: Panduan Lengkap Mengalahkan Penundaan & Membangun Disiplin Diri [2026]
Pengembangan Diri & Produktivitas

🔥 Do It Now
Panduan Lengkap Mengalahkan Penundaan10 Strategi Ilmiah Dilengkapi Kisah 10 Tokoh Dunia Inspiratif — Bahasa Indonesia

✏️ 📅 📖 ~35 menit baca
📑 Daftar Isi Lengkap
  1. Pendahuluan: Bahaya Terbesar Saat Ini
  2. Strategi 1 — Mitos "Waktu yang Tepat" & Aturan 5 Detik (🍎 Steve Jobs)
  3. Strategi 2 — Aksi yang Tidak Sempurna (🏰 Walt Disney)
  4. Strategi 3 — Eat That Frog: Kerjakan Tersulit Dulu (🚀 Elon Musk)
  5. Strategi 4 — Hukum 2 Menit (🌟 Oprah Winfrey)
  6. Strategi 5 — Membakar Kapal: Komitmen Total (✊ Nelson Mandela)
  7. Strategi 6 — Eliminasi Friksi: Desain Lingkungan (📚 J.K. Rowling)
  8. Strategi 7 — Fokus pada Proses, Bukan Hasil (💡 Thomas Edison)
  9. Strategi 8 — Diet Informasi: Mulai Terapkan (🍗 Colonel Sanders)
  10. Strategi 9 — Rayakan Kemenangan Kecil (🕊️ Malala Yousafzai)
  11. Strategi 10 — Momentum Kecepatan (🐉 Jack Ma)
  12. Tabel Ringkasan: 10 Tokoh & 10 Strategi
  13. Penutup: Jangan Biarkan Momentum Ini Mati
  14. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
  15. Sumber dan Rujukan

⚠️ Pendahuluan: Bahaya Terbesar Saat Ini

Bahaya terbesar yang Anda hadapi saat ini bukanlah kegagalan, melainkan gagasan yang meninabobokan bahwa Anda akan memprioritaskan pertumbuhan diri "nanti." Nanti saat pekerjaan tidak sibuk. Nanti saat mood sedang baik. Nanti saat tahun baru. Nanti saat anak-anak sudah besar. Nanti saat tabungan sudah cukup. Jangan jatuh ke dalam perangkap mematikan itu! "Nanti" adalah tanah tandus di mana mimpi-mimpi dikuburkan, di mana ide-ide brilian perlahan membusuk tanpa pernah melihat cahaya dunia, dan di mana potensi manusia mati dalam kesunyian tanpa siapa pun yang menyadarinya.

Menurut penelitian dari Psychological Bulletin, sekitar 20% populasi orang dewasa di seluruh dunia mengidentifikasi diri mereka sebagai penunda kronis (chronic procrastinator). Angka ini melonjak hingga 80–95% di kalangan mahasiswa. Procrastination bukan sekadar kemalasan — para neuroscientist menemukan bahwa penundaan adalah pertarungan antara sistem limbik (pusat kesenangan instan di otak) dan prefrontal cortex (bagian otak yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengendalian diri). Setiap kali Anda menunda, sistem limbik menang: otak memilih kenyamanan jangka pendek dan mengorbankan tujuan jangka panjang Anda.

Kabar baiknya adalah: dengan membaca panduan ini, Anda sudah memulai prosesnya. Itu adalah kemenangan pertama. Jangan berhenti di situ. Momentum adalah sahabat terbaik eksekusi. Panduan ini berisi 10 strategi ilmiah yang sudah terbukti untuk mengalahkan penundaan, masing-masing dilengkapi dengan kisah nyata tokoh dunia yang membuktikan bahwa aksi mengalahkan segalanya — dan misi harian yang bisa Anda langsung praktikkan HARI INI, bukan besok.

10Strategi Anti-Penundaan
10Tokoh Dunia Inspiratif
10Misi Harian Praktis
Potensi Perubahan Hidup
📖 Cara Menggunakan Panduan Ini: Baca satu strategi per hari dan langsung praktikkan misi hariannya. Atau, baca sekaligus sebagai referensi lengkap. Setiap strategi berdiri sendiri namun saling melengkapi. Pilih satu langkah kecil yang akan membantu Anda berkembang dan mulailah HARI INI.
📋 Tentang Panduan Ini (Keahlian & Transparansi): Panduan ini disusun oleh tim Pustaka Aksi Digital berdasarkan riset dari berbagai sumber ilmiah tentang psikologi penundaan, neurologi kebiasaan, dan produktivitas. Setiap strategi direferensikan dari pakar terkemuka: Mel Robbins, Brian Tracy, James Clear, BJ Fogg, dan lainnya. Panduan ini bersifat edukatif dan motivasional.

⏳ Strategi 1 — Mitos "Waktu yang Tepat" & Aturan 5 Detik

Mengapa Menunggu Kesempurnaan Adalah Jebakan

Kita sering menunggu motivasi datang bagaikan wahyu ilahi dari langit — menunggu mood yang enak, suasana hati yang cerah, atau situasi hidup yang tenang sebelum memulai proyek penting. Kita membayangkan bahwa suatu hari nanti akan ada momen magis di mana semuanya terasa "pas": rekening bank cukup tebal, energi tubuh melimpah, dan tidak ada gangguan sama sekali. Kebenaran pahitnya adalah: waktu yang tepat tidak akan pernah datang. Kondisi tidak akan pernah 100% sempurna. Menunggu kesempurnaan hanyalah bentuk lain dari procrastination — ia hanya berpakaian lebih rapi dan terlihat lebih "rasional."

Menurut penelitian dari University of Sheffield, orang yang menunggu "waktu yang tepat" untuk memulai tugas rata-rata menunggu 55 hari lebih lama dibandingkan mereka yang langsung bertindak meski kondisinya belum ideal. Dan yang mengejutkan, kualitas pekerjaan kedua kelompok ini nyaris tidak berbeda. Artinya, penundaan 55 hari itu tidak menghasilkan perbaikan kualitas apa pun — hanya membuang waktu dan menambah beban kecemasan.

🔑 Aturan 5 Detik (Mel Robbins)

Mel Robbins, penulis buku The 5 Second Rule, menemukan bahwa otak Anda punya jendela waktu sekitar 5 detik sebelum ia mulai membujuk Anda untuk tidak melakukan hal yang sulit. Dalam 5 detik pertama setelah Anda punya dorongan untuk bertindak, otak belum sempat menyusun "argumen" untuk menunda. Tetapi begitu melewati 5 detik itu, prefrontal cortex Anda mulai menciptakan alasan-alasan logis yang terdengar masuk akal: "Nanti saja," "Aku terlalu capek," "Besok juga bisa." Anda harus bergerak sebelum otak Anda sempat membuat alasan. Hitung mundur 5-4-3-2-1, lalu gerakkan tubuh Anda secara fisik.

🍎 Steve Jobs — Pendiri Apple Inc.

Pada tahun 1985, Steve Jobs dipecat dari Apple — perusahaan yang ia dirikan sendiri di garasi rumahnya. Bagi kebanyakan orang, ini adalah momen yang menghancurkan. Banyak yang akan menghabiskan berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk berduka, menyalahkan orang lain, atau menunggu "waktu yang tepat" untuk bangkit kembali. Tapi Jobs tidak menunggu.

Dalam hitungan minggu setelah pemecatannya, ia langsung mendirikan NeXT Computer dan membeli divisi grafis komputer dari Lucasfilm yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Jobs tidak menunggu luka emosinya sembuh sempurna. Ia tidak menunggu modal yang cukup. Ia tidak menunggu pasar yang tepat. Ia bertindak dengan apa yang ia punya, di saat yang paling tidak sempurna. Pixar kemudian menghasilkan Toy Story dan merevolusi industri animasi, sementara teknologi NeXT menjadi fondasi macOS yang digunakan ratusan juta orang hari ini.

Jobs pernah berkata dalam pidato ikoniknya di Stanford University (2005): "Dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya. Beban menjadi orang sukses digantikan oleh ringannya menjadi pemula lagi." Ia membuktikan bahwa waktu yang tepat bukanlah saat kondisi sempurna, melainkan saat Anda memutuskan untuk mulai bergerak.

🚀 Misi Hari Ini: Kalahkan Inersia Awal

Pilih satu hal kecil yang sudah Anda tunda lebih dari 3 hari — bisa berupa mengirim email sulit, menelepon klien, mencuci piring yang menumpuk, mendaftar kursus online, atau sekadar lari pagi. Abaikan sepenuhnya perasaan malas Anda. Hitung mundur dengan lantang: "5-4-3-2-1", dan saat sampai di angka 1, langsung gerakkan badan Anda secara fisik. Kerjakan selama 5 menit saja. Hanya 5 menit. Anda akan terkejut betapa seringnya 5 menit itu berubah menjadi 30 menit karena begitu Anda sudah bergerak, inersia bekerja untuk Anda, bukan melawan Anda.

↑ Kembali ke atas

📝 Strategi 2 — Aksi yang Tidak Sempurna

Selesai Lebih Baik Daripada Sempurna

Sesuatu yang dikerjakan dengan buruk jauh lebih bernilai daripada sesuatu yang sempurna tapi hanya ada di dalam angan-angan. Sebuah "draft" yang jelek bisa diedit, diperbaiki, dan disempurnakan menjadi karya yang luar biasa — tapi kertas kosong tidak bisa diapa-apakan. Halaman putih yang masih perawan itu bukan tanda kesempurnaan; itu adalah monumen ketakutan. Perfeksionisme, yang sering kita banggakan sebagai standar tinggi, sebenarnya hanyalah topeng untuk ketakutan akan kritik dan penolakan.

Riset dari Journal of Behavioral Decision Making menunjukkan bahwa perfeksionis maladaptif — mereka yang menetapkan standar tidak realistis dan takut gagal — mengalami tingkat procrastination 3 kali lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Perfeksionisme bukan tentang menghasilkan karya terbaik; perfeksionisme adalah tentang menghindari situasi di mana Anda bisa dihakimi. Dan cara paling "aman" untuk menghindari penghakiman adalah dengan tidak pernah memulai sama sekali.

Filosofi "Done is better than perfect" yang dipopulerkan oleh Sheryl Sandberg di Facebook (sekarang Meta) bukan tentang menurunkan standar. Ini tentang memahami bahwa iterasi mengalahkan stagnasi. Versi pertama iPhone tahun 2007 tidak bisa copy-paste, tidak punya App Store, dan kameranya hanya 2 megapiksel. Tapi Apple merilisnya. Dan dari fondasi yang "tidak sempurna" itu, mereka membangun ekosistem teknologi terbesar di dunia.

🏰 Walt Disney — Pendiri The Walt Disney Company

Sebelum menciptakan kerajaan hiburan terbesar di dunia, Walt Disney menghadapi penolakan yang luar biasa kejam. Ia dipecat dari koran Kansas City Star karena editornya mengatakan bahwa ia "kurang imajinasi dan tidak punya ide yang bagus." Bayangkan itu — orang yang akan menciptakan Mickey Mouse, Disneyland, dan merintis era animasi modern dianggap tidak kreatif.

Perusahaan pertamanya, Laugh-O-Gram Studios, bangkrut. Ia kehilangan hak atas karakter Oswald the Lucky Rabbit karena ditipu oleh distributornya. Ketika ia mencoba mendapatkan pendanaan untuk Disneyland — taman hiburan pertama yang benar-benar tematik di dunia — ia ditolak oleh lebih dari 300 bank. Tiga ratus kali mendengar kata "tidak." Kebanyakan orang akan menyerah setelah penolakan ke-10, bahkan ke-5.

Tapi Disney tidak menunggu draft sempurna. Ia meluncurkan Mickey Mouse meskipun animasinya kasar. Ia membuka Disneyland meskipun pada hari pembukaannya, banyak wahana yang rusak, aspal masih basah, dan kebocoran air terjadi di mana-mana. Media menyebut hari pembukaan itu sebagai "Black Sunday." Tapi Disney terus memperbaiki, menyempurnakan, dan membangun. Hari ini, Walt Disney Company bernilai lebih dari $170 miliar dan memengaruhi masa kecil miliaran manusia di seluruh dunia.

🚀 Misi Hari Ini: Ciptakan Sesuatu yang Jelek

Izinkan diri Anda untuk berbuat salah hari ini. Kerjakan tugas kreatif atau pekerjaan kantor Anda dengan mindset "Bodo Amat dengan Kualitas." Tulis draf kasar secepat mungkin tanpa mengedit satu kata pun. Buat sketsa jelek di kertas bekas. Rekam video latihan presentasi yang kaku dan canggung. Masak resep baru tanpa mengikuti takaran persis. Target Anda bukan "Bagus" — target Anda adalah "Selesai." Ingat: Anda tidak bisa mengedit halaman yang kosong, tapi Anda bisa menyempurnakan draft yang buruk.

↑ Kembali ke atas

🐸 Strategi 3 — Eat That Frog: Kerjakan yang Tersulit Dulu

Prinsip Brian Tracy yang Mengubah Jutaan Kehidupan

Mark Twain pernah berkata: "Jika pekerjaanmu hari ini adalah memakan katak hidup-hidup, sebaiknya lakukan itu pagi-pagi sekali. Dan jika pekerjaanmu adalah memakan dua ekor katak, makanlah yang paling besar terlebih dahulu." Brian Tracy mengadaptasi filosofi ini menjadi buku bestseller Eat That Frog! yang telah terjual lebih dari 1,5 juta kopi di seluruh dunia. Prinsipnya sederhana namun revolusioner: identifikasi tugas paling sulit dan paling penting dalam daftar Anda (itulah "katak" Anda), lalu kerjakan itu pertama kali di pagi hari, sebelum melakukan apa pun yang lain.

Mengapa pagi hari? Karena riset dari Baumeister & Tierney (Willpower, 2011) menunjukkan bahwa willpower (tekad) adalah sumber daya yang terbatas — ia mengikuti pola yang mirip dengan otot. Di pagi hari, setelah tidur yang cukup, willpower Anda berada di puncaknya. Seiring hari berjalan, setiap keputusan kecil yang Anda buat menguras cadangan willpower Anda sedikit demi sedikit. Pada sore hari, Anda sudah mengalami "decision fatigue", dan kemampuan Anda untuk mengerjakan hal yang sulit menurun drastis.

Jika Anda menunda tugas tersulit ke sore atau malam hari, tugas itu akan menghantui pikiran Anda seharian. Ia menciptakan kecemasan latar belakang (background anxiety) — rasa gelisah samar yang menguras energi mental Anda bahkan sebelum Anda mengerjakannya. Anda mungkin terlihat "sibuk" sepanjang hari, tapi sebenarnya Anda hanya mengerjakan tugas-tugas mudah untuk menghindari katak Anda.

🚀 Elon Musk — CEO Tesla, SpaceX & X Corp

Elon Musk adalah personifikasi hidup dari filosofi "Eat That Frog." Ia secara konsisten menyelesaikan tantangan paling menakutkan terlebih dahulu, bukan menghindar darinya. Ketika SpaceX mengalami tiga kali kegagalan peluncuran roket berturut-turut antara 2006–2008, dengan kerugian ratusan juta dolar, Musk tidak mundur ke zona nyaman. Ia menginvestasikan sisa uang terakhirnya untuk peluncuran keempat yang akhirnya berhasil — hanya beberapa minggu sebelum perusahaannya benar-benar bangkrut.

Musk terkenal dengan jadwal hariannya yang dipecah menjadi blok 5 menit dan konsisten bekerja 80–100 jam per minggu. Selama masa-masa kritis produksi Tesla Model 3 di tahun 2018, ia bahkan tidur di lantai pabrik Fremont agar bisa langsung menangani masalah produksi di pagi buta. Ia tidak menunggu kondisi ideal. Ia tidak menunda masalah yang menyakitkan. Ia memakannya duluan — pagi-pagi, mentah-mentah.

Hasilnya? SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama yang mengirim manusia ke luar angkasa. Tesla menjadi produsen mobil paling bernilai di dunia. Musk membuktikan bahwa menghadapi tantangan tersulit lebih dulu — meskipun menyakitkan — adalah strategi yang paling efisien secara energi dan paling produktif secara hasil.

🚀 Misi Hari Ini: Makan Katak Anda Sebelum Sarapan Digital

Identifikasi satu tugas yang paling membuat Anda cemas atau takut — itulah Katak Anda hari ini. Besok pagi, sebelum mengecek media sosial, sebelum membuka Instagram, sebelum membalas chat WhatsApp, kerjakan tugas ini terlebih dahulu. Selesaikan, atau setidaknya kerjakan bagian terberatnya. Setelah itu selesai, rasakan gelombang kelegaan dan dopamin alami yang akan menemani sisa hari Anda dengan energi yang jauh lebih ringan.

↑ Kembali ke atas

⏱️ Strategi 4 — Hukum 2 Menit

Menipu Otak untuk Memulai dengan Cara James Clear

Hukum Inersia Newton tidak hanya berlaku untuk benda fisik — ia berlaku dengan sempurna untuk perilaku manusia. Benda diam cenderung tetap diam; benda bergerak cenderung tetap bergerak. Bagian tersulit dari segala sesuatu adalah memulainya. Begitu Anda bergerak, mempertahankan gerakan itu jauh lebih mudah. Inilah mengapa lari 30 menit terasa berat sebelum Anda mulai, tapi setelah 5 menit pertama, tubuh Anda masuk ke ritme dan tiba-tiba 30 menit itu terasa bisa ditoleransi, bahkan menyenangkan.

James Clear, penulis buku fenomenal Atomic Habits (2018) yang telah terjual lebih dari 15 juta kopi, memperkenalkan Hukum 2 Menit: "Saat Anda memulai kebiasaan baru, kebiasaan itu seharusnya bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 2 menit." Ini bukan tentang menurunkan ambisi Anda — ini tentang mengakali otak Anda. Otak Anda menolak perubahan besar karena perubahan besar membutuhkan energi besar. Tapi otak Anda tidak keberatan dengan perubahan kecil yang terlihat konyol dan tidak mengancam.

Prinsip di baliknya adalah "gateway habit" — kebiasaan gerbang. Membuka buku dan membaca 1 kalimat (2 menit) sering berubah menjadi membaca 1 halaman, lalu 1 bab. Memakai sepatu lari (2 menit) sering berubah menjadi jalan kaki, lalu jogging. Tujuannya bukan menyelesaikan tugas dalam 2 menit — tujuannya adalah "show up", hadir, dan membiarkan momentum bekerja untuk Anda.

🌟 Oprah Winfrey — Mogul Media & Filantropis

Oprah Winfrey lahir dalam kemiskinan ekstrem di pedesaan Mississippi. Ia dibesarkan oleh nenek singlenya di rumah tanpa air mengalir. Ia mengalami pelecehan masa kecil, hamil di usia 14 tahun (bayinya meninggal setelah lahir prematur), dan dianggap "terlalu emosional untuk televisi" oleh produser pertamanya di Baltimore. Secara statistik, seseorang dengan latar belakang seperti ini memiliki probabilitas hampir nol untuk menjadi miliarder.

Tapi Oprah tidak mencoba melompat dari kemiskinan ke kerajaan media dalam satu lompatan. Ia menerapkan prinsip yang kini kita kenal sebagai Hukum 2 Menit jauh sebelum James Clear menulisnya. Langkah kecil pertamanya: membaca satu buku dari perpustakaan lokal. Langkah kecil berikutnya: ikut kompetisi pidato di sekolah. Lalu: menjadi penyiar radio kecil di Nashville saat masih remaja. Lalu: pembawa berita di Baltimore. Setiap langkah kecil membuka pintu untuk langkah kecil berikutnya.

Oprah sering berkata: "Lakukan apa yang harus Anda lakukan sampai Anda bisa melakukan apa yang ingin Anda lakukan." Hari ini, Oprah Winfrey memiliki kekayaan bersih lebih dari $2,5 miliar dan dianggap sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh dalam sejarah.

🚀 Misi Hari Ini: Versi 2 Menit dari Mimpi Besar Anda

Kecilkan target Anda sampai terlihat konyol. Ingin membaca buku? Targetkan "Buka buku dan baca 1 kalimat" (2 menit). Ingin olahraga? Targetkan "Pakai sepatu lari dan keluar pintu" (2 menit). Ingin menulis? Targetkan "Buka dokumen dan ketik 1 kalimat" (2 menit). Lakukan versi 2 menit dari kebiasaan besar yang Anda inginkan hari ini. Kuncinya adalah "Show Up" — hadir dulu, sisanya akan mengikuti.

↑ Kembali ke atas

🔥 Strategi 5 — Membakar Kapal: Komitmen Total

Mengapa Rencana Cadangan Bisa Membunuh Rencana Utama

Terkadang kita tidak bergerak bukan karena kurang motivasi, melainkan karena kita punya terlalu banyak rencana cadangan (Plan B, Plan C, bahkan Plan Z) yang membuat kita merasa "aman" untuk gagal. Psikolog dari University of Pennsylvania menemukan dalam penelitian 2016 bahwa orang yang memiliki rencana cadangan secara signifikan kurang termotivasi untuk menjalankan rencana utama mereka. Keberadaan Plan B, secara tidak sadar, memberikan sinyal ke otak bahwa kegagalan Plan A itu "oke" — dan ini mengurangi urgensi serta intensitas usaha.

Konsep "membakar kapal" berasal dari kisah jenderal-jenderal kuno — termasuk Hernán Cortés yang pada tahun 1519 membakar kapal-kapalnya saat mendarat di pantai Veracruz, Meksiko, agar 600 prajuritnya hanya punya satu pilihan: menang atau mati. Tidak ada jalan pulang. Tidak ada rencana cadangan. Komitmen total ini melahirkan aksi yang bertenaga, fokus yang laser-tajam, dan kreativitas yang lahir dari kepepetan. Ketika mundur bukan pilihan, otak manusia menemukan solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

✊ Nelson Mandela — Bapak Bangsa Afrika Selatan

Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun — 18 tahun di antaranya di penjara Robben Island yang terkenal brutal, di mana ia dipaksa bekerja keras memecah batu di tambang kapur di bawah terik matahari, tidur di sel sempit berukuran 2x2,5 meter, dan hanya diizinkan menerima satu surat serta satu kunjungan selama 30 menit setiap enam bulan. Banyak yang akan menyerah, kehilangan harapan, atau setidaknya menerima tawaran pembebasan bersyarat yang mengharuskannya meninggalkan perjuangan anti-apartheid.

Tapi Mandela tidak punya Plan B. Ketika pemerintah apartheid menawarkan pembebasannya dengan syarat ia meninggalkan perjuangan politik, Mandela menolak mentah-mentah dengan pernyataan ikonik: "Hanya manusia bebas yang bisa bernegosiasi. Seorang tahanan tidak bisa membuat kontrak." Ia membakar kapal pelarian yang "mudah" demi kapal perjuangan yang jauh lebih besar.

Selama 27 tahun itu, ia tidak diam. Ia belajar bahasa Afrikaans (bahasa penindasnya) agar bisa memahami dan berkomunikasi dengan mereka. Ia membaca buku-buku hukum. Ia menulis surat-surat yang menginspirasi jutaan orang. Ketika akhirnya dibebaskan pada tahun 1990, Mandela menjadi Presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis dan menerima Nobel Perdamaian.

🚀 Misi Hari Ini: Bakar Satu Kapal

Ciptakan kondisi di mana Anda "terpaksa" harus menyelesaikan sesuatu. Beritahu teman atau kolega: "Jika jam 5 sore aku belum menyelesaikan laporan ini, aku akan mentraktirmu kopi seharga Rp100.000." Posting di media sosial bahwa Anda akan menyelesaikan X sebelum tanggal Y. Daftarkan diri Anda ke kompetisi atau ujian yang memiliki tenggat waktu pasti. Buatlah biaya kegagalan menjadi nyata, terukur, dan tidak bisa dihindari.

↑ Kembali ke atas

🚧 Strategi 6 — Eliminasi Friksi: Desain Lingkungan

Jangan Andalkan Tekad, Andalkan Sistem

Manusia adalah makhluk yang secara alami menyukai jalur dengan hambatan paling sedikit (path of least resistance). Ini bukan kelemahan — ini adalah hasil jutaan tahun evolusi di mana menghemat energi berarti bertahan hidup. Jika gitar Anda tersimpan di dalam lemari yang terkunci di kamar belakang, Anda tidak akan memainkannya, sehebat apa pun niat Anda. Sebaliknya, jika HP ada di sebelah tempat tidur dengan notifikasi menyala, Anda pasti akan memainkannya, sekeras apa pun Anda berjanji untuk tidak melakukannya.

Jangan mengandalkan willpower (tekad) — tekad adalah sumber daya yang terbatas dan mudah habis. Yang harus Anda andalkan adalah desain lingkungan. Konsep ini dipopulerkan oleh James Clear dalam Atomic Habits: buat kebiasaan baik menjadi semudah mungkin (kurangi friksi) dan buat kebiasaan buruk menjadi sesulit mungkin (tambahkan friksi).

Riset dari Google's People Analytics menunjukkan bahwa ketika kantin Google memindahkan M&M dari wadah transparan ke wadah opaque (tidak tembus pandang) dan menaruhnya sedikit lebih jauh dari jangkauan, konsumsi M&M turun 3,1 juta kalori dalam sebulan di satu gedung saja. Tidak ada larangan. Tidak ada ceramah nutrisi. Hanya perubahan kecil dalam desain lingkungan.

📚 J.K. Rowling — Penulis Harry Potter

Sebelum menjadi penulis terlaris sepanjang masa, J.K. Rowling adalah ibu tunggal yang hidup dari tunjangan pemerintah di Edinburgh, Skotlandia. Ia baru saja bercerai, mengidap depresi klinis, dan tinggal di flat kecil yang begitu dingin sehingga ia nyaris tidak bisa berkonsentrasi menulis di rumah. Alih-alih menunggu kondisi sempurna, Rowling mendesain lingkungannya sendiri.

Ia pergi ke kafe-kafe kecil di Edinburgh — terutama The Elephant House dan Nicolson's Café — di mana ia bisa mendapatkan kehangatan, secangkir kopi murah, dan meja untuk menulis sementara putri bayinya, Jessica, tertidur di kereta dorong. Kafe menjadi kantor improvisasinya. Lingkungan kafe — dengan kebisingan latar belakang yang lembut, aroma kopi, dan ketiadaan gangguan rumah tangga — menjadi sistem pendukung yang memungkinkannya menulis tanpa bergantung pada tekad murni.

Naskah Harry Potter and the Philosopher's Stone ditolak oleh 12 penerbit sebelum akhirnya diterima oleh Bloomsbury. Hari ini, franchise Harry Potter bernilai lebih dari $25 miliar, dan Rowling adalah salah satu orang terkaya di Inggris. Semua dimulai dari seorang ibu miskin yang cukup cerdas untuk mendesain lingkungannya agar menulis menjadi hal termudah yang bisa ia lakukan.

🚀 Misi Hari Ini: Rekayasa Lingkungan Anda

Persulit kebiasaan buruk: cabut colokan TV dan taruh remote di laci yang jauh; hapus aplikasi media sosial dari layar utama HP; taruh toples kue di rak paling tinggi. Permudah kebiasaan baik: taruh baju olahraga di sebelah kasur; siapkan laptop terbuka di meja kerja; taruh buku yang ingin dibaca di bantal; siapkan botol air minum besar di meja Anda. Ubah satu hal dalam lingkungan fisik Anda hari ini.

↑ Kembali ke atas

🔄 Strategi 7 — Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Lupakan Hasil Besar, Cintai Pekerjaan Kecil

Kita sering lumpuh karena terobsesi dengan hasil akhir yang besar dan menakutkan. "Saya harus menurunkan 20 kilogram." "Saya harus menulis buku 300 halaman." "Saya harus menghasilkan 1 miliar tahun ini." Tujuan-tujuan besar ini, alih-alih memotivasi, justru sering kali melumpuhkan karena membuat kita merasa kecil, tidak mampu, dan overwhelmed. Jarak antara posisi kita sekarang dan tujuan itu terasa seperti jurang yang tak terjembatani.

Solusinya? Lupakan hasil. Jatuh cintalah pada proses harian. Ganti mentalitas "Saya harus menyelesaikan ini" menjadi "Saya akan melakukan ini selama 30 menit." Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi, dalam penelitiannya tentang Flow State, menemukan bahwa manusia paling bahagia dan paling produktif ketika mereka tenggelam dalam proses, bukan ketika mereka memikirkan hasil.

Salah satu alat terbaik untuk fokus pada proses adalah Teknik Pomodoro — diciptakan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an. Aturannya sederhana: setel timer selama 25 menit, fokus bekerja tanpa gangguan selama durasi itu, lalu istirahat 5 menit. Ulangi. Selama 25 menit itu, satu-satunya tugas Anda adalah bekerja sampai timer berbunyi.

💡 Thomas Edison — Penemu Bola Lampu & Pemegang 1.093 Paten

Thomas Edison adalah mungkin contoh terbaik dalam sejarah tentang seseorang yang jatuh cinta pada proses, bukan hasil. Ketika mengembangkan bola lampu pijar yang praktis, Edison dan timnya melakukan lebih dari 10.000 eksperimen yang gagal. Sepuluh ribu kali mencoba material filamen yang berbeda — dari bambu Jepang, rambut manusia, kertas karbon, hingga serat dari kelapa — dan 10.000 kali melihat filamen itu terbakar, meleleh, atau tidak menyala cukup lama.

Ketika seorang reporter bertanya kepadanya bagaimana rasanya gagal 10.000 kali, Edison menjawab dengan kalimat yang kini menjadi legenda: "Saya tidak gagal 10.000 kali. Saya berhasil menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil." Ini benar-benar menggambarkan cara Edison memandang proses. Baginya, setiap "kegagalan" bukan akhir; itu adalah data, informasi, batu loncatan menuju solusi.

Edison mendirikan Menlo Park Laboratory — "Pabrik Penemuan" — di mana ia dan timnya bekerja dengan ritme harian yang terstruktur: bereksperimen, mencatat hasilnya, menganalisis kegagalan, lalu mencoba lagi. Hasilnya? Edison menghasilkan 1.093 paten sepanjang hidupnya dan secara harfiah menciptakan dunia modern yang kita tinggali.

🚀 Misi Hari Ini: Satu Sesi Pomodoro

Gunakan Teknik Pomodoro hari ini. Setel timer selama 25 menit. Pilih satu tugas. Fokuslah bekerja tanpa gangguan. Matikan notifikasi HP. Tutup tab browser yang tidak relevan. Satu-satunya tugas Anda adalah bekerja sampai timer berbunyi. Setelah timer berbunyi, istirahat 5 menit penuh — berdiri, jalan-jalan, minum air — lalu ulangi jika Anda mau. Satu Pomodoro saja sudah cukup untuk hari ini.

↑ Kembali ke atas

🧠 Strategi 8 — Diet Informasi: Berhenti Belajar, Mulai Terapkan

Ketika Konsumsi Informasi Menjadi Penundaan Berkedok Belajar

Terlalu banyak konsumsi informasi menyebabkan apa yang oleh penulis Timothy Ferriss disebut "Obesitas Mental" — kondisi di mana otak Anda kelebihan beban informasi sehingga lumpuh dan tidak bisa bertindak. Kita merasa produktif saat menonton tutorial YouTube tentang cara memulai bisnis, saat membaca 50 artikel tentang cara menurunkan berat badan, saat mengumpulkan 200 resep di Pinterest. Tapi semua itu adalah konsumsi pasif. Itu bukan tindakan. Itu adalah penundaan yang berpakaian paling menipu — karena ia terlihat, terasa, dan tercium seperti produktivitas.

Penelitian dari Columbia University menunjukkan fenomena "illusion of competence" — ilusi kompetensi. Ketika Anda menonton seseorang mengerjakan sesuatu, otak Anda memprosesnya seolah-olah Anda sendiri yang melakukannya. Anda mendapat rasa puas semu setelah menonton tutorial 2 jam, meskipun Anda belum menyentuh alatnya sama sekali. Otak sudah mendapat "reward" dopamin dari menonton, sehingga motivasi untuk benar-benar melakukannya justru menurun.

Kenyataannya? Anda sudah tahu cukup banyak untuk memulai langkah pertama. Anda tidak perlu membaca 10 buku tentang lari sebelum berlari. Pengetahuan tanpa eksekusi adalah hiburan intelektual — menyenangkan, tapi tidak produktif.

🍗 Colonel Harland Sanders — Pendiri KFC

Colonel Harland Sanders tidak punya gelar MBA. Ia tidak membaca buku-buku bisnis. Ia tidak mengikuti seminar kewirausahaan. Ia bahkan tidak memulai bisnis ayam gorengnya sampai usia 65 tahun — usia di mana kebanyakan orang sudah lama pensiun. Yang ia punya hanyalah satu resep ayam goreng yang enak (dengan 11 bumbu dan rempah rahasianya) dan tekad untuk langsung bertindak tanpa teori berlebihan.

Sanders mengemudikan mobilnya berkeliling Amerika Serikat, dari satu restoran ke restoran lain, memasak ayamnya di dapur mereka dan menawarkan resepnya dengan model franchise. Ia ditolak lebih dari 1.009 kali. Seribu sembilan kali. Bayangkan seseorang berusia 65 tahun, tidur di mobilnya, memasak ayam di dapur orang lain, dan mendengar kata "tidak" lebih dari seribu kali.

Penolakan ke-1.010 akhirnya menjadi "ya" pertamanya. Dan dari satu "ya" itu, KFC tumbuh menjadi jaringan restoran cepat saji dengan lebih dari 27.000 outlet di 150 negara. Sanders membuktikan bahwa Anda tidak perlu tahu segalanya untuk memulai — Anda hanya perlu tahu cukup, lalu belajar sisanya sambil berjalan.

🚀 Misi Hari Ini: Puasa Informasi & Langsung Praktik

Larangan keras hari ini: Anda dilarang menonton YouTube, membaca artikel, atau mendengarkan podcast tentang "cara melakukan X." Jika Anda ingin belajar memasak, langsung masuk dapur. Jika ingin belajar coding, langsung buka editor dan tulis kode. Gunakan pengetahuan yang sudah Anda miliki saat ini dan langsung praktikkan. Aksi > Teori. Selalu.

↑ Kembali ke atas

🎉 Strategi 9 — Rayakan Kemenangan Kecil

Bahan Bakar Dopamin untuk Perjalanan Panjang

Otak manusia membutuhkan dopamin untuk membentuk dan mempertahankan kebiasaan jangka panjang. Dopamin bukan sekadar "hormon kebahagiaan" — ia adalah neurotransmitter pembelajaran dan motivasi. Ketika otak mendapat reward setelah sebuah tindakan, ia membentuk jalur neural yang membuat tindakan itu lebih mudah diulangi di masa depan. Tanpa reward, jalur itu melemah dan kebiasaan mati perlahan.

Jika Anda menunggu sampai proyek besar selesai baru merayakannya, Anda akan kehabisan bensin di tengah jalan. Jarak antara titik mulai dan tujuan akhir terlalu jauh untuk dijangkau tanpa "SPBU" di sepanjang perjalanan. Anda perlu memvalidasi usaha Anda sendiri setiap hari agar otak terus mendapat sinyal: "Ini berhasil. Teruskan."

BJ Fogg, ilmuwan perilaku dari Stanford University dan penulis Tiny Habits, menemukan bahwa merayakan kemenangan kecil secara langsung setelah melakukan kebiasaan meningkatkan probabilitas kebiasaan itu bertahan hingga 3 kali lipat. Perayaan menciptakan emosi positif yang menempel pada kebiasaan baru, membuat otak menandainya sebagai "pengalaman yang layak diulangi."

🕊️ Malala Yousafzai — Pejuang Pendidikan & Peraih Nobel Termuda

Pada 9 Oktober 2012, Malala Yousafzai yang berusia 15 tahun ditembak di kepala oleh Taliban saat naik bus sekolah di Lembah Swat, Pakistan. Alasannya? Ia berani bersuara menuntut hak pendidikan untuk anak perempuan. Peluru menembus sisi kiri dahinya. Dokter memberinya peluang hidup kurang dari 30%.

Proses pemulihannya berlangsung berbulan-bulan di rumah sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris. Ia harus belajar ulang cara berjalan, berbicara, dan menggerakkan sisi wajahnya. Dalam proses yang menyakitkan ini, Malala dan keluarganya merayakan setiap kemenangan kecil: pertama kali bisa menggerakkan jari, pertama kali bisa berdiri tanpa bantuan, pertama kali bisa membaca halaman buku lagi, pertama kali bisa tersenyum sepenuhnya.

Alih-alih menjadi korban, Malala menjadikan pengalamannya sebagai bahan bakar. Hanya dua tahun setelah ditembak, pada usia 17 tahun, ia menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda dalam sejarah pada tahun 2014. Ia membuktikan bahwa merayakan langkah kecil bukan tanda kelemahan — melainkan strategi bertahan hidup dan bahan bakar untuk mencapai hal-hal yang mustahil.

🚀 Misi Hari Ini: Buat "Done List" Anda

Malam ini, buatlah "Done List" — kebalikan dari To-Do List. Tuliskan minimal 3 hal yang BERHASIL Anda selesaikan hari ini, sekecil apa pun. Contoh: "Merapikan kasur ✅", "Minum 2 liter air putih ✅", "Membalas 1 email yang ditunda ✅." Setelah menulisnya, tepuk bahu Anda sendiri dan katakan dengan lantang: "Good job. Aku sudah melakukan yang terbaik hari ini."

↑ Kembali ke atas

🚀 Strategi 10 — Momentum Kecepatan

Sukses Menyukai Kecepatan, Bukan Kesempurnaan

Uang menyukai kecepatan. Kesuksesan menyukai kecepatan. Peluang menyukai kecepatan. Semakin lama Anda menimbang-nimbang sebuah keputusan, semakin besar keraguan tumbuh dalam pikiran Anda dan semakin banyak energi mental yang terbuang untuk analisis yang tidak berujung. Para psikolog menyebutnya "analysis paralysis" — kondisi di mana Anda memiliki terlalu banyak informasi dan terlalu banyak opsi sehingga Anda tidak bisa membuat keputusan sama sekali.

Penelitian dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa eksekutif yang membuat keputusan lebih cepat (meskipun tidak selalu sempurna) 12 kali lebih mungkin menjadi pemimpin berkinerja tinggi dibandingkan mereka yang membuat keputusan dengan sangat hati-hati. Karena keputusan cepat memungkinkan mereka mendapat feedback lebih cepat, belajar dari kesalahan lebih cepat, dan memperbaiki arah lebih cepat.

Jeff Bezos, pendiri Amazon, menyebutnya "keputusan dua arah": sebagian besar keputusan dalam hidup bersifat reversibel — bisa dibalik jika salah. Untuk keputusan seperti ini, Bezos percaya Anda hanya butuh 70% informasi untuk bertindak. Menunggu sampai punya 100% informasi berarti Anda sudah terlambat.

🐉 Jack Ma — Pendiri Alibaba Group

Jack Ma adalah bukti hidup bahwa kecepatan dan kegigihan mengalahkan kecerdasan konvensional. Ia gagal ujian masuk universitas 3 kali. Ia ditolak dari 30 pekerjaan, termasuk KFC — dari 24 pelamar di kotanya, 23 diterima; ia satu-satunya yang ditolak. Ia melamar ke Harvard University 10 kali dan ditolak 10 kali.

Tapi Jack Ma tidak pernah menghabiskan waktu untuk menganalisis kegagalannya secara berlebihan. Setiap kali ditolak, ia langsung bergerak ke peluang berikutnya dengan kecepatan luar biasa. Ketika ia pertama kali mengenal internet pada tahun 1995, ia bahkan tidak bisa menggunakan komputer. Tapi ia langsung melihat potensinya dan dalam hitungan minggu sudah memulai bisnis internet pertamanya.

Bisnis pertamanya gagal. Bisnis keduanya gagal. Tapi ia terus bergerak cepat. Pada tahun 1999, dengan 17 teman dan modal $60.000, ia mendirikan Alibaba dari apartemen kecilnya di Hangzhou. Hari ini, Alibaba Group bernilai lebih dari $200 miliar. Jack Ma pernah berkata: "Jika Anda tidak pernah mencoba, bagaimana Anda tahu ada peluang di sana?"

🚀 Misi Hari Ini: Praktikkan Pengambilan Keputusan Cepat

Latih otot kecepatan keputusan Anda mulai dari hal-hal kecil. Saat memilih menu makan siang, pilih dalam 30 detik. Saat ada email masuk, balas dalam 2 menit atau arsipkan. Saat seseorang mengajak meeting, jawab dalam 5 menit. Jangan biarkan hal-hal kecil menumpuk di "kotak masuk mental" Anda. Kurangi jarak waktu antara "mendapat ide" dan "melakukan aksi." Setiap detik penundaan adalah detik yang memberi ruang bagi keraguan untuk tumbuh.

↑ Kembali ke atas

📊 Tabel Ringkasan: 10 Tokoh & 10 Strategi

#StrategiTokohPelajaran Utama
1Mitos "Waktu yang Tepat" & Aturan 5 Detik🍎 Steve JobsWaktu yang tepat adalah saat Anda memutuskan untuk bergerak
2Aksi yang Tidak Sempurna🏰 Walt DisneyDraft jelek bisa diperbaiki, kertas kosong tidak
3Eat That Frog🚀 Elon MuskKerjakan yang tersulit dulu di pagi hari
4Hukum 2 Menit🌟 Oprah WinfreyLangkah kecil konsisten membangun gunung
5Membakar Kapal✊ Nelson MandelaTanpa Plan B, otak menemukan solusi kreatif
6Eliminasi Friksi📚 J.K. RowlingDesain lingkungan mengalahkan tekad
7Fokus pada Proses💡 Thomas Edison10.000 "kegagalan" = 10.000 data — cintai proses
8Diet Informasi🍗 Colonel SandersPengetahuan tanpa eksekusi = hiburan intelektual
9Rayakan Kemenangan Kecil🕊️ Malala YousafzaiDopamin dari perayaan kecil = bahan bakar perjalanan panjang
10Momentum Kecepatan🐉 Jack MaKeputusan cepat + iterasi > keputusan sempurna yang terlambat
↑ Kembali ke atas

🏆 Penutup: Jangan Biarkan Momentum Ini Mati

Anda telah membaca 10 strategi anti-penundaan yang dilengkapi kisah nyata 10 tokoh luar biasa dari berbagai belahan dunia dan berbagai era. Mereka berasal dari latar belakang yang sangat berbeda — penemu, pengusaha, pejuang HAM, penulis, mogul media — tapi mereka semua memiliki satu kesamaan yang mendasar: mereka menolak menunggu dan memilih untuk bertindak.

Steve Jobs tidak menunggu luka pemecatannya sembuh. Walt Disney tidak menunggu sampai semua bank berkata "ya." Elon Musk tidak menunggu sampai roketnya dijamin berhasil. Oprah tidak menunggu sampai kemiskinannya hilang. Mandela tidak menunggu sampai penjara terbuka dengan sendirinya. Rowling tidak menunggu sampai flat-nya punya pemanas. Edison tidak menunggu sampai ia "cukup pintar." Sanders tidak menunggu sampai usia "yang tepat." Malala tidak menunggu sampai dunia aman. Jack Ma tidak menunggu sampai seseorang akhirnya berkata "ya."

Mereka semua bergerak. Mereka semua memulai. Mereka semua DO IT NOW.

"Setahun dari sekarang, Anda akan berharap Anda telah memulainya hari ini."
— Karen Lamb
"Cara terbaik untuk memulai adalah berhenti berbicara dan mulai bertindak."
— Walt Disney

Ingatlah selalu: Inspirasi adalah tamu yang datang hanya saat Anda sedang bekerja. Jangan menunggunya di sofa. Jangan menunggu izin dari siapa pun untuk mengejar impian Anda. Kunci dari kesuksesan bukanlah lonjakan semangat sesekali, melainkan konsistensi yang membosankan namun mematikan. Ulangi strategi favorit Anda setiap hari. Dan selalu ingat tiga kata ini:

🔥 DO IT NOW! 🔥

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu procrastination dan mengapa kita sering menunda?

Procrastination adalah kebiasaan menunda tugas penting secara sadar meskipun tahu akan berdampak negatif. Penyebab utamanya adalah pertarungan antara sistem limbik (pusat kesenangan instan) dan prefrontal cortex (pusat perencanaan) di otak. Sekitar 20% orang dewasa mengidentifikasi diri sebagai penunda kronis.

Apa itu Aturan 5 Detik dari Mel Robbins?

Teknik dari Mel Robbins: saat Anda punya dorongan bertindak, hitung mundur 5-4-3-2-1 lalu langsung bergerak secara fisik sebelum otak sempat membuat alasan menunda. Dalam 5 detik pertama, otak belum sempat menyusun "argumen" penundaan.

Bagaimana cara menerapkan Hukum 2 Menit?

Dari James Clear (Atomic Habits): kecilkan target kebiasaan baru hingga bisa dilakukan dalam 2 menit. Ingin membaca? Targetkan "buka buku, baca 1 kalimat." Tujuannya membangun identitas "orang yang hadir" dan membiarkan momentum bekerja.

Apa itu konsep Eat That Frog?

Dari Brian Tracy berdasarkan kutipan Mark Twain: kerjakan tugas paling sulit dan paling penting ("katak" Anda) di pagi hari, sebelum mengerjakan apa pun lain. Willpower berada di puncaknya di pagi hari dan menurun akibat decision fatigue.

Siapa saja tokoh dunia yang berhasil mengalahkan penundaan?

Steve Jobs (NeXT setelah dipecat Apple), Walt Disney (ditolak 300 bank), Elon Musk (tidur di lantai pabrik), Oprah Winfrey (dari kemiskinan ke miliarder), Nelson Mandela (27 tahun dipenjara), J.K. Rowling (Harry Potter di kafe), Thomas Edison (10.000 eksperimen), Colonel Sanders (ditolak 1.009 kali di usia 65), Malala Yousafzai (Nobel usia 17), dan Jack Ma (ditolak 30 pekerjaan lalu mendirikan Alibaba).

Apa itu Teknik Pomodoro?

Diciptakan oleh Francesco Cirillo (1980-an): setel timer 25 menit, fokus bekerja tanpa gangguan, lalu istirahat 5 menit. Ulangi. Setelah 4 siklus, istirahat panjang 15-30 menit. Teknik ini membantu fokus pada proses daripada terobsesi dengan hasil.

Mengapa rencana cadangan (Plan B) bisa berbahaya?

Penelitian University of Pennsylvania menemukan bahwa orang dengan rencana cadangan secara signifikan kurang termotivasi menjalankan rencana utama. Plan B memberi sinyal ke otak bahwa kegagalan Plan A itu "oke," sehingga mengurangi urgensi dan intensitas usaha.


Sumber dan Rujukan

Panduan ini disusun berdasarkan sumber-sumber berikut sesuai standar E-E-A-T.

  • Mel RobbinsThe 5 Second Rule (Savio Republic, 2017)
  • Brian TracyEat That Frog! 21 Great Ways to Stop Procrastinating (Berrett-Koehler, 2001)
  • James ClearAtomic Habits (Avery, 2018)
  • BJ FoggTiny Habits (Houghton Mifflin, 2020)
  • Roy Baumeister & John TierneyWillpower: Rediscovering the Greatest Human Strength (Penguin, 2011)
  • Mihaly CsikszentmihalyiFlow: The Psychology of Optimal Experience (Harper Perennial, 1990)
  • Timothy FerrissThe 4-Hour Workweek (Crown Publishing, 2007)
  • Walter IsaacsonSteve Jobs (Simon & Schuster, 2011)
  • Ashlee VanceElon Musk (Ecco, 2015)
  • Nelson MandelaLong Walk to Freedom (Little, Brown, 1994)
  • Malala YousafzaiI Am Malala (Little, Brown, 2013)
  • Duncan ClarkAlibaba: The House That Jack Ma Built (Ecco, 2016)
  • Neal GablerWalt Disney: The Triumph of the American Imagination (Knopf, 2006)
  • Harvard Business Review — "Speed Is the Secret Ingredient to Decision Making" (2019)
  • Psychological Bulletin — "Procrastination, Deadlines, and Performance" (Steel, 2007)
📋 Pernyataan Transparansi E-E-A-T: Konten ini disusun oleh tim Pustaka Aksi Digital berdasarkan riset dari berbagai sumber ilmiah dan referensi silang dengan buku-buku otoritatif tentang psikologi penundaan, neurologi kebiasaan, dan produktivitas. Panduan ini bersifat edukatif dan motivasional — hasil tergantung pada komitmen individu. Terakhir diperbarui: 15 Februari 2026.